Wednesday, February 26, 2014

Biar aku dihina

Setiap pandangan mata akan menilai
Antara bangga dan hina
Atas apa yang dilihat olehnya
Maka terzahirlah kata keji dan puji.

Begitulah dahsyat pandangan mata manusia
Lalu jauh di dasar hati ini bertanya
"Bukankah setiap manusia itu dinilai?"
"Tetapi kenapa manusia suka menilai yang lain?
Tanpa disedari dirinya sedang dinilai oleh mata ghaib"

Saat diri tak merasa dilihat Tuhan,
Lucut rasa hina dan teguh rasa bangga.
Yang disuka dan memberi manfaat baginya, di puji.
Sebaliknya mengeji sesuatu yang tidak disukai
atau yang menyalahi dirinya.

Tanpa sedar diri di hanyut dalam jerat duniawi
Bermain dalam bayangan mimpi durjana
Jelas mata kepala tapi buta matahati
Lelap keyakinan hakiki.

Sehingga lupa bahawa sedikit air yang tenang
bisa berubah menjadi tsunami gergasi
Penyakit riak berkuman di hati
Semakin dibiar semakin ia memakan diri.

Biarlah aku di hina
Dari pandangan mereka
Tidak akan sesekali kaki ini
Berhenti dari mendaki
Biarpun tidak dihargai


0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © Hikayat Martabat Insan
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com